Banjir Bandang Rendam Padang
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425069/original/058851000_1764211314-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_08.51.48.jpeg)
akirashibas.com–Hujan deras yang tak kunjung reda sejak pekan lalu kembali memicu banjir bandang dahsyat di Kota Padang, Sumatera Barat.
Air bah setinggi 2 meter meluap dari Sungai Batang Kuranji, merendam kawasan rawan seperti Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, dan Tabing
Banda Gadang. Setidaknya 3 orang tewas di Klaster Lumin Park, Lubuk Minturun, sementara ribuan warga terpaksa mengungsi darurat.
Akses jalan utama, termasuk Jembatan Proyek Gunuang Nago penghubung Pauh-Kuranji, hancur tersapu arus.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, banjir bandang ini datang tiba-tiba sekitar pukul 07.20 WIB dari arah Lubuk Minturun.
“Air bah sangat cepat, warga tak sempat mengungsi. Di Lumin Park, 3 orang ditemukan meninggal, satu selamat,” katanya. Warga seperti Erik Gusfendra
di Tabing Banda Gadang Blok M mengaku terjebak di lantai atas rumahnya. “Air naik mendadak, bukan genangan biasa tapi bandang. Perabot dan elektronik
hanyut, kami butuh evakuasi untuk lansia dan anak-anak,”
Dampak Meluas: 27.433 Jiwa Terdampak, Infrastruktur Hancur
BPBD mencatat total 27.433 warga dari 9 kecamatan terdampak, dengan Koto Tangah paling parah (20.983 jiwa).
Hingga siang ini, sekitar 10.811 kepala keluarga (KK) mengungsi, termasuk 50 KK di Batu Busuk yang dievakuasi
tim Basarnas dan relawan. Di Malalak Timur, Agam, BPBD kesulitan menjangkau korban karena longsor memutus.