Close

Pengembangan Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir 9M730

Pengembangan Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir 9M730
  • PublishedNovember 24, 2025

 

Rusia bersiap meluncurkan rudal balistik

 

 

akirashibas.com–mengembangkan rudal jelajah interkontinental bernama 9M730 Burevestnik (disebut juga “Storm Petrel” dalam bahasa Rusia,

atau SSC-X-9 Skyfall menurut kode NATO). Ini adalah senjata strategis yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir dan menggunakan propulsi

nuklir untuk mencapai jangkauan hampir tak terbatas, sambil terbang rendah untuk menghindari sistem pertahanan udara. Proyek ini pertama kali

diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin pada Maret 2018 sebagai respons terhadap penarikan AS dari Perjanjian Anti-Balistik Rudal (ABM) tahun 2001,

dengan tujuan menciptakan senjata yang “tak terkalahkan” terhadap pertahanan rudal Barat.

Status Pengembangan Terkini (November 2025)Berdasarkan informasi terbaru, pengembangan Burevestnik masih berlangsung, tetapi telah mencapai tonggak
 
penting melalui uji coba sukses pada akhir Oktober 2025. Berikut ringkasan kunci
 

Rusia Sukses Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua CanggihNama NATO: NATO menyebut rudal ini dengan nama sandi SSC-X-9 Skyfall [1, 2].

Fitur Utama: Fitur paling signifikan dari Burevestnik adalah sistem propulsi nuklirnya, yang secara teoritis memberinya jangkauan jelajah yang

hampir tidak terbatas, memungkinkannya tetap mengudara untuk waktu yang sangat lama dan mengitari bumi sebelum mencapai target [2].

Status Pengembangan: Rudal ini masih dalam tahap pengembangan dan pengujian. Proyek ini telah berjalan selama beberapa tahun

Tujuan Strategis: Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyebut rudal ini sebagai bagian dari “senjata super” generasi baru Rusia

 
Rusia mengklaim telah berhasil melakukan uji coba terakhir rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik (NATO: SSC-X-9 Skyfall) pada 21 Oktober 2025.
 
Status Pengembangan: Presiden Vladimir Putin memerintahkan persiapan penempatan rudal ini ke dalam sistem militer Rusia, menunjukkan bahwa rudal ini mendekati tahap operasional penuh.

Kontroversi: Proyek ini kontroversial karena kompleksitas teknis dan kekhawatiran keselamatan, dengan beberapa pengamat menyebutnyag

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *