Close

Kasus Pembunuhan Anggota Polri oleh Oknum PNS TNI di Kendari

Kasus Pembunuhan Anggota Polri oleh Oknum PNS TNI di Kendari
  • PublishedNovember 22, 2025

 tim Resmob Polda Sultra

akirashibas.com –Berdasarkan berita terkini, kasus yang paling sesuai dengan kueri Anda adalah pembunuhan terhadap seorang anggota Polri, Bripka Laode Abdul Salam (37 tahun),

yang dilakukan oleh oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI bernama Junaido (43 tahun) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 15 November 2025, sekitar pukul 01.30 WITA,

dan menjadi sorotan karena pelaku adalah kerabat dekat korban (paman dari pihak ibu korban).

Kronologi Kejadian

Korban, yang bertugas sebagai anggota Polres Tolikara, Papua Pegunungan, sedang berada di Kendari untuk melatih atlet paralayang dalam rangka pertandingan.

Insiden bermula dari pertengkaran (cekcok) saat keduanya dalam keadaan mabuk di rumah pelaku, berlokasi di Lorong Merak, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.

dan perut, hingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku, yang saat itu mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) ASN TNI, sempat melawan saat tim Resmob

 Polisi melakukan negosiasi sebelum akhirnya berhasil mengamankan pelaku.Pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Kendari untuk pemeriksaan medis karena tubuhnya berlumuran

 

Status Penyelidikan

menunjukkan adanya cekcok mabuk yang memicu kekerasan. Polisi masih melakukan autopsi dan pemeriksaan saksi.

Kasus ini menambah daftar insiden kekerasan yang melibatkan oknum aparat, dan diharapkan diproses di pengadilan umum sesuai aturan hukum pidana.

Konteks Lain yang RelevanSelain kasus ini, ada insiden serupa sebelumnya pada 17 Maret 2025 di Lampung, di mana tiga anggota Polri (dari Polres Way Kanan) Pelaku utama,
 
 
Suasana Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mendadak mencekam pada Sabtu malam (15/11/2025).
Bripka Laode Abdul Salam, seorang anggota Polres Tolikara,
senjata tajam oleh seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan TNI, Junaido (43).

Peristiwa berdarah ini menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi institusi Polri, tetapi juga bagi komunitas

olahraga paralayang yang mengenal korban sebagai pelatih andal dan sosok yang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *