Konflik antar kelompok pemuda di Kecamatan Tallo
akirashibas.com – Konflik antar kelompok pemuda di Kecamatan Tallo,Kota Makassar, Sulawesi Selatan, telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Bentrokan antara kelompok Sapiria di Kelurahan Lembo dan Borta di Kelurahan Suangga menyebabkan satu korban jiwa serta kerusakan signifikan,
termasuk pembakaran 18 rumah yang mengakibatkan 21 kepala keluarga (KK) mengungsi. Insiden ini, yang terjadi baru-baru ini, menimbulkan kerugian
Kronologi Bentrok Antarwarga di Tallo
-
Penyebab dan Latar Belakang Konflik: Bentrokan antarwarga sering kali dipicu oleh ketegangan sosial yang sudah berlangsung lama, seperti masalah lahan, perebutan wilayah, atau perselisihan antar kelompok. Pahami apa yang menjadi pemicu utama bentrok ini dan apakah ada faktor sosial, politik, atau ekonomi yang memperburuk keadaan.
-
Waktu dan Lokasi Kejadian: Jelaskan kapan bentrok tersebut terjadi dan di wilayah mana tepatnya. Kejadian ini dapat mencakup serangan fisik, perusakan fasilitas umum, atau bahkan korban jiwa, yang tentu saja memerlukan respons segera dari pemerintah kota.
Tanpa mengenal lelah, seusai menyelesaikan aktivitas kantor, sekitar pukul 20.20 WITA Munafri berangkat dari Balai Kota Makassar menuju sejumlah titik rawan di Jl Tinumbu dan Sapiria.

Malam hari ini adalah malam di mana kita bertemu. Artinya, ketika pulang kita sudah punya komitmen yang sama.
Bayangkan kalau di dalam ada orang sakit, ada orang tua.solusi bersama demi kedamaian kota.

Latar Belakang Konflik
Konflik ini berakar dari perselisihan antar pemuda yang berulang kali muncul dan tenggelam, sering kali melibatkan tawuran brutal.
dengan koordinasi intensif bersama kepolisian dan Dansat Brimob untuk menindak pelaku
Pemerintah Kota Makassar memperketat pengawasan dan pengawalan keamanan untuk meredam konflik berkepanjangan antara dua kelompok warga di Kecamatan Tallo.

Dampak dan Harapan ke Depan
Insiden ini menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Makassar untuk memperkuat hubungan rukun dan mencegah pengulangan.
Munafri menekankan bahwa pemerintah hadir untuk membantu warga bangkit, dengan harapan konflik seperti ini tidak lagi terjadi di masa depan.
Respons Pemerintah dan Harapan ke Depan
Kapolres Gowa menekankan komitmen polisi dalam menjaga keamanan, dengan penangkapan cepat sebagai bukti.
Gubernur Sulsel juga mendesak tindakan terukur untuk konflik serupa di wilayah sekitar. Masyarakat diharapkan melaporkan potensi tawuran melalui saluran resmi untuk mencegah korban lebih lanjut.