Update Terbaru Konflik Perbatasan Thailand vs Kamboja

akirashibas.com-Konflik antara Thailand dan Kamboja merupakan sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lama,
terutama seputar wilayah candi kuno seperti Preah Vihear (dikenal sebagai Khao Phra Viharn di Thailand),
Ta Muen Thom, dan Ta Krabey. Akar masalah ini berasal dari perjanjian Prancis-Siam pada 1904 dan 1907
saat Kamboja masih di bawah kolonial Prancis. Batas wilayah yang ditarik berdasarkan peta sering kali bertentangan
dengan garis pegunungan Dangrek (watershed line), sehingga menimbulkan klaim tumpang tindih.Pada 1962,
Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa candi Preah Vihear berada di wilayah Kamboja,
Konflik pernah memanas pada 2008-2011 dengan bentrokan bersenjata,
tapi mereda sementara.Eskalasi di Tahun 2025
Mei-Juli 2025: Dimulai dengan insiden kecil, seperti bentrokan singkat pada 28 Mei yang menewaskan satu tentara Kamboja.
Pada 24 Juli, konflik meletus besar-besaran setelah serangan roket Kamboja (menggunakan BM-21) ke wilayah Thailand,
yang mengenai area sipil. Thailand membalas dengan serangan udara. Kedua pihak saling tuduh memulai agresi.
dan tekanan dari Presiden AS Donald Trump (yang mengancam tarif tinggi jika tidak berdamai).
“Kuala Lumpur Joint Declaration” dengan Trump hadir, yang mencakup penarikan senjata berat dan pemantauan bersama.
Kembali Memanas (November-Desember 2025): Gencatan senjata gagal karena tuduhan pelanggaran,
seperti ranjau darat dan serangan sporadis. Pertempuran pecah lagi pada awal Desember, dengan Thailand melakukan serangan udara F-16
dan operasi darat, sementara Kamboja menggunakan roket dan drone. Korban jiwa mencapai puluhan (termasuk tentara dan sipil),
dengan ratusan ribu hingga satu juta orang mengungsi di kedua sisi.
Pembekuan garis depan (freeze front lines).
Larangan pengiriman pasukan tambahan atau pelanggaran wilayah udara untuk tujuan militer.
Komitmen membersihkan ranjau darat.
Reafirmasi kesepakatan sebelumnya, termasuk kerja sama melawan kejahatan transnasional.