Close

Update Terbaru Konflik Perbatasan Thailand vs Kamboja

Update Terbaru Konflik Perbatasan Thailand vs Kamboja
  • PublishedDesember 29, 2025

Korban Tewas Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja Capai 32 Orang - Suara  Surabaya

akirashibas.com-Konflik antara Thailand dan Kamboja merupakan sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lama,

terutama seputar wilayah candi kuno seperti Preah Vihear (dikenal sebagai Khao Phra Viharn di Thailand),

Ta Muen Thom, dan Ta Krabey. Akar masalah ini berasal dari perjanjian Prancis-Siam pada 1904 dan 1907

saat Kamboja masih di bawah kolonial Prancis. Batas wilayah yang ditarik berdasarkan peta sering kali bertentangan

dengan garis pegunungan Dangrek (watershed line), sehingga menimbulkan klaim tumpang tindih.Pada 1962,

Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa candi Preah Vihear berada di wilayah Kamboja,

 Konflik pernah memanas pada 2008-2011 dengan bentrokan bersenjata,

tapi mereda sementara.Eskalasi di Tahun 2025

Mei-Juli 2025: Dimulai dengan insiden kecil, seperti bentrokan singkat pada 28 Mei yang menewaskan satu tentara Kamboja.

Pada 24 Juli, konflik meletus besar-besaran setelah serangan roket Kamboja (menggunakan BM-21) ke wilayah Thailand,

yang mengenai area sipil. Thailand membalas dengan serangan udara. Kedua pihak saling tuduh memulai agresi.

dan tekanan dari Presiden AS Donald Trump (yang mengancam tarif tinggi jika tidak berdamai). 

Kuala Lumpur Joint Declaration” dengan Trump hadir, yang mencakup penarikan senjata berat dan pemantauan bersama.

Kembali Memanas (November-Desember 2025): Gencatan senjata gagal karena tuduhan pelanggaran,

seperti ranjau darat dan serangan sporadis. Pertempuran pecah lagi pada awal Desember, dengan Thailand melakukan serangan udara F-16

dan operasi darat, sementara Kamboja menggunakan roket dan drone. Korban jiwa mencapai puluhan (termasuk tentara dan sipil),

dengan ratusan ribu hingga satu juta orang mengungsi di kedua sisi.

Update Terkini (per 29 Desember 2025)Pada 27 Desember 2025, Thailand dan Kamboja menandatangani gencatan senjata
 
baru yang berlaku efektif mulai pukul 12.00 siang waktu setempat
 
oleh Menteri Pertahanan kedua negara di pos perbatasan.
 
Isi utama:

Pembekuan garis depan (freeze front lines).

Larangan pengiriman pasukan tambahan atau pelanggaran wilayah udara untuk tujuan militer.

Komitmen membersihkan ranjau darat.

Reafirmasi kesepakatan sebelumnya, termasuk kerja sama melawan kejahatan transnasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *